Arsip untuk ‘Vaksin Kucing’ Kategori

Jadwal Vaksinasi Kucing

Posted: Oktober 19, 2012 in Vaksin Kucing

Umur 8-10 minggu

  • Pemeriksaan umum
  • Pemberian Obat cacing
  • Vaksinasi  Tricat (Feline Panleucopenia, Rhinotracheitis,Calici) atau Tetracat (Tricat + Chlamydia)

Umur 12-14 minggu

  •  Pemeriksaan umum
  •  Vaksinasi  Ulangan (booster) Tricat (Feline Panleucopenia, Rhinotracheitis,Calici) Atau Tetracat (Tricat + Chlamydia)

Umur 20 minggu

  •  Pemeriksaan umum
  •  Vaksinasi Rabies. Setelah ini vaksinasi untuk booster diulang sekaligus (rabies + tricat/tetracat) setiap tahun

Khusus Untuk kucing umur lebih dari 6 bulan yang belum pernah di vaksin sekalipun

  • Pemeriksaan umum
  • Pemberian obat cacing
  • Vaksinasi  Tricat (Feline Panleucopenia, Rhinotracheitis,Calici) Atau Tetracat (Tricat + Chlamydia)
  • Vaksinasi Rabies

Selanjutnya vaksinasi dianjurkan diulang sekali setiap tahunnya untuk menjaga kandungan/titer antibodi dan kekebalan tetap tinggi.

Kekebalan Aktif
Kekebalan aktif adalah kekebalan yang didapatkan manusia atau hewan bila terekspos mikro organisme penyebab penyakit seperti virus, bakteri, jamur, protozoa, dll. Ekspos terhadap mikro organisme ini bisa melalui vaksinasi atau melalui penularan penyakit biasa secara alami.
Mikro organisme tersebut berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh hewan atau manusia. Kemudian akan dihasilkan antibodi yang terdiri dari molekul-molekul protein berukuran besar. Antibodi tersebut berada dalam tubuh, menjaga tubuh dan berperan penting dalam proses penghancurkan organisme penyebab penyakit. Berikutnya, jika penyakit yang sama datang, tubuh dengan efektif dapat menghancurkannya. Dengan kata lain imun atau kebal terhadap penyakit tersebut.
Bila seekor kucing terkena penyakit yang disebabkan mikroorganisme, tetapi kemudian bisa sembuh kembali, biasanya mempunyai kekebalan aktif terhadap penyakit tersebut. Bila kemudian bibit penyakit yang sama datang, biasanya kucing tersebut tidak akan jatuh sakit. Walaupun sampai sakit, biasanya tidak parah  dan lebih cepat sembuh. Proses yang sama terjadi pada vaksinasi. Vaksinasi membuat kucing mempunyai kekebalan aktif terhadap suatu penyakit.
Kekebalan aktif ini mempunyai waktu perlindungan yang jauh lebih lama dari kekebalan pasif.

Kekebalan Pasif
Kekebalan pasif adalah kekebalan yang didapatkan bila hewan atau manusia menerima kekebalan tubuh dari orang atau hewan lain. Kekebalan yang dipindahkan/disuntikkan tersebut bisa berupa cairan antibodi (serum) atau sel limfosit yang memproduksi antibodi.
Dengan kata lain hewan tidak memproduksi sendiri zat kekebalan tubuh tetapi mendapatkan zat kekebalan tubuh dari hewan lain. Keuntungannya reaksi relatif cepat, kekurangannya periode perlindungan terhadap penyakit hanya sebentar.
Kekebalan pasif bisa didapatkan dari induk atau dari  hewan/spesies lain. Contoh kekebalan pasif dari spesies lain adalah suntikan serum  Anti Tetanus pada manusia. Serum tersebut didapatkan dari kuda. Kekebalan pasif dari induk disebut juga maternal immunity.

Kekebalan Pasif Dari Induk
Zat kekebalan tubuh (antibodi) ditransfer dari induk ke anak melalui dua rute, melalui kolostrum (susu pertama/awal, 24 jam setelah kelahiran anak) dan melalui darah yang melalui plasenta (tali pusar). Sebagian besar kekebalan pasif manusia ditransfer melalui plasenta pada saat masih dalam kandungan. Sedangkan kekebalan pasif pada anjing dan kucing ditransfer melalui kolostrum.

lihat juga : Kolostrum, susu yang penting untuk kekebalan
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah kekebalan induk dan anak sama. Artinya bila induk kucing mempunyai antibodi/kebal terhadap penyakit panleukopenia maka anaknya pun mempunyai kekebalan terhadap penyakit tersebut walaupun tidak sekuat induknya.
Disinilah vaksinasi berperan penting. Bila induk mempunyai kekebalan terhadap penyakit tertentu yang didapatkan setelah vaksinasi, maka anaknya pun cenderung mendapatkan  kekebalan yang sama dari induknya.

Perlindungan Vaksin

Posted: Oktober 19, 2012 in Vaksin Kucing

Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus penyakit menular pada kucing yang telah divaksinasi secara teratur. Penyakit yang muncul tersebut adalah penyakit yang diharapkan tidak muncul setelah vaksinasi. Feline Rhinotracheitis, Calicivirus dan Feline Panleukopenia adalah tiga penyakit menular pada kucing yang telah tersedia vaksinnya di Indonesia.

Kucing-kucing yang telah divaksinasi secara teratur, diharapkan terlindungi dari ketiga penyakit tersebut. Walaupun kucing yang telah divaksinasi  terkena salah satu dari tiga penyakit di atas, biasanya  relatif ringan dan tidak menyebabkan kematian.

Beberapa waktu lalu di Jakarta sempat berkembang salah satu dari ketiga penyakit di atas yang banyak menyebabkan kematian pada kucing yang sudah divaksinasi. Para pemilik kucing mulai mempertanyakan efektivitas dan daya perlindungan vaksin. Bahkan, hal ini menjadi masalah yang cukup ramai diperdebatkan di salah satu klub kucing Indonesia.

Vaksin kucing yang ada di Indonesia

Semua vaksin kucing yang beredar di Indonesia, berasal dari luar negeri. Saat ini ada tiga merk vaksin kucing resmi yang beredar di Indonesia, yaitu :
1. Leucorifelin, diproduksi oleh Merial (Eropa)
2. FeloGuard, diproduksi oleh Fort Dodge (Amerika)
3. Felocell 3, diproduksi oleh Pfizer (Amerika)

Ketiga vaksin di atas sama-sama memberikan perlindungan terhadap tiga penyakit menular pada kucing (tricat). Masing-masing vaksin mempunyai kelebihan tersendiri. Mereka terbuat dari strain virus yang berbeda.

Untuk mengetahui  vaksin yang disuntikkan pada kucing anda, perhatikan label pada buku/kartu vaksinasi yang diberikan dokter hewan pada setiap vaksinasi. Pada lebel tersebut tertera nama produk vaksin.

Vaksin, Kucing Dan Virus Penyebab Penyakit

Masalah vaksin, kekebalan tubuh dan penyakit merupakan hal yang kompleks. Muncul atau tidaknya penyakit pada kucing dipengaruhi banyak hal. Dari hulu hingga ke hilir, dari produsen hingga ke dokter hewan, saat vaksinasi disuntikan ke kucing, banyak celah yang mungkin mengurangi efektivitas vaksin.

Dari produsen di luar negeri ke distributor di Indonesia
vaksin kucing harus disimpan pada suhu 2-7OC, bila tidak vaksin akan rusak. Penyuntikan vaksin rusak ibarat penyuntikan air biasa, bagi kucing tidak ada manfaatnya sama sekali. Setiap produsen dan distributor mempunyai Standar Operating Procedure (SOP) transportasi vaksin yang baik dan ketat. Meskipun kecil, tetap saja kemungkinan vaksin rusak selama produksi atau transport dapat terjadi.

Dari distributor ke dokter hewan
Setiap proses teransportasi vaksin harus menggunakan pendingin. Vaksin harus tetap berada dalam suhu 2-7OC hingga saat akan disuntikkan ke kucing. Kemungkinan vaksin rusak selama pengiriman dari distributor ke dokter hewan mungkin terjadi, apalagi bila jaraknya jauh dan suhu lingkungan cukup panas.

Di tempat dokter hewan, vaksin langsung masuk ke dalam lemari pendingin. Sampai saat vaksin disuntikkan ke kucing.

Saat vaksinasi
Tugas dokter hewan memastikan kucing yang akan divaksinasi dalam keadaan sehat. Seminggu sebelum vaksinasi sebaiknya kucing telah diberi obat cacing. Kucing yang kurang sehat dan cacing menyebabkan pembentukan kekebalan tubuh setelah vaksinasi kurang sempurna, akibatnya perlindungan terhadap penyakit pun tidak sempurna. Selalu pastikan vaksin yang digunakan tidak kadaluarsa. Tanggal kadaluarsa terdapat di label vaksin yang akan ditempelkan dokter hewan anda di buku/kartu vaksinasi.

Beberapa penjual kucing atau breeder memvaksin kucing mereka sendiri tanpa pengawasan dokter hewan. Hal ini kurang baik, mengingat tidak semua orang mempunyai kemampuan dan teknik menyuntik yang baik serta pengetahuan yang cuckup untuk menentukan kondisi dan kesehatan kucing. Perhatikan tanda tangan dan atau stempel dokter hewan yang tertera pada buku vaksin. Bila hanya ada paraf tanpa nama dokter hewan, anda harus curiga kucing anda di vaksinasi oleh selain dokter hewan.

Kekebalan tubuh kucing
Reaksi kucing terhadap vaksin bervariasi. Semuanya tergantung kondisi dan kesehatan kucing itu sendiri. Beberapa kucing (sangat jarang) alergi terhadap vaksin. Hal ini dapat mempengaruhi efektivitas vaksin. Sayangnya di Indonesia belum ada alat/test kit untuk mengetahui kualitas kekebalan /titer antibodi kucing. Hal ini diperlukan untuk mengetahui apakah antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi, telah cukup untuk melindungi kucing dari penyakit.

Jadwal Vaksinasi
Ikuti jadwal vaksinasi yang direkomendasikan dokter hewan anda. Kucing umur kurang dari 6 bulan sebaiknya divaksinasi dua kali, setelah itu baru diulang tiap tahun. Pengulangan vaksinasi diperlukan agar kekebalan tubuh kucing tetap terjaga.

 

Virus penyebab penyakit
Virus adalah mahluk hidup. Seperti mikroorganisme lain (bakteri,jamur,dll), virus juga terus berkembang dan berevolusi. Virus juga mengalami mutasi yang menyebabkan mereka menjadi kurang berbahaya atau sebaliknya menjadi lebih ganas. Mutasi pada virus tergantung jenis virus itu sendiri. Contohnya, virus flu pada manusia termasuk jenis virus yang sering mengalami mutasi.

Bisa saja kekebalan tubuh kucing yang telah terbentuk dari vaksinasi, tidak mampu melawan strain virus baru yang memang telah bermutasi menjadi lebih ganas.