Maine Coon

Posted: Oktober 22, 2012 in Ras Kucing

Maine Coon adalah salah satu ras kucing yang terbentuk secara alamiah. Sesuai namanya, ras ini berasal dari negara bagian Maine (Amerika serikat). Berbagai mitos dan legenda berhubungan  dengan asal  ras kucing ini. Meskipun secara biologi tidak mungkin terjadi, banyak orang percaya Maine Coon dihasilkan dari perkawinan kucing setengah liar dengan Racoon. Mitos ini muncul  karena bentuk dan warna ekor kucing maine coon banyak yang menyerupai ekor racoon. Selain itu nama racoon juga kemudian diadopsi membentuk nama ras kucing ini, maine – berasal dari nama negara bagian dan coon – kependekan dari racoon.

Cerita  lain yang cukup populer adalah, maine coon berasal dari enam ekor kucing peliharaan Marie Antoinette yang dikirim ke Wiscasset (Maine) ketika ia merencanakan untuk melarikan diri dari Perancis pada saat terjadi revolusi Perancis.

Kebanyakan pembiak kucing berpendapat ras ini dihasilkan dari perkawinan kucing domestik dengan kucing-kucing  berbulu panjang dari negara lain. Dua ras kucing yang diduga menjadi nenek moyang Maine Coon adalah kucing Angora (diduga dibawa oleh para pedagang Inggris) dan Norwegian  Forest Cat (dibawa ke Amerika oleh bangsa viking). Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, bentuk fisik norwegian Forest cat memang mirip dengan Maine Coon.

Maine Coon pertama tercatat sebagai peserta kontes kucing pada tahun 1861. pada tahun 1895 seekor kucing Maine Coon betina berwarna brown tabby dengan nama Cosie, memenangkan kontes kucing di Madison square garden.

Popularitas ras ini menurun pada tahun 1900-an, kalah oleh popularitas kucing persia. Baru pada 1950 ras ini mulai kembali dikembangkan, didaftarkan dan diikutkan dalam kontes kucing. Pada tahun 1968 enam orang  pembiak kucing Maine coon bergabung dan membentuk “Maine Coon Breeders and Fanciers Association (MCBFA)” untuk mempertahankan dan melestarikan ras ini. Pada tahun 1980 Maine Coon diakui oleh semua organisasi penggemar kucing sebagai satu ras dengan karakteristik dan standar tersendiri. Saat ini di Indonesia pun telah ada beberapa pembiak Maine Coon.

Maine coon “asli” mempunyai jari kaki lebih banyak dibandingkan kucing lainnya. Kelebihan jari ini disebut polidactyl dan bersifat genetik dominan. Meskipun ada beberapa pembiak kucing yang khusus memelihara sifat asli ini, sebagian besar maine coon modern tidak lagi  membawa gen polidactyl. Kebanyakan organisasi dan klub kucing dunia tidak mengijinkan kucing polidactyl ikut kontes, akibatnya maine coon polidactyl tidak banyak dikembangbiakkan lagi.

Karakteristik Maine Coon
Semua anggota tubuh maine coon merupakan hasil dari fungsi adaptasi terhadap iklim dan cuaca yang ekstrim. Bulu yang mengkilap, tebal dan “anti air”, serta bulu tebal di bagian  leher, perut dan kaki berfungsi melindungi tubuh dari salju dan suhu dingin. Ekor panjang dengan bulu tebal, pada saat tidur dilingkarkan melindungi tubuh dari suhu dingin. Mata dan telinga besar mencerminkan kemampuan penglihatkan dan pendengaran yang lebih.

Maine coon mempunyai badan tinggi, berotot dan bertulang besar. Kucing jantan dewasa biasanya mempunyai berat badan 6- 9 Kg dengan panjang badan 1m, sedangkan betina biasanya lebih kecil dengan berat badan 4-6 kg. Dengan tambahan bulu musim dingin yang bisa mencapai panjang 7 cm, maine coon terlihat sangat besar. Kucing Maine coon terbesar yang pernah tercatat mempunyai panjang badan (dari kepala sampai ekor) 121 cm.

Sepertihalnya Norwegian forest cat dan kucing-kucing besar lainnya, Maine coon termasuk yang tipe pertumbuhan dan perkembangannya lambat. Ukuran dan bentuk tubuh dewasa baru dicapai pada umur 3 – 5 tahun.

Temperamen
Maine Coon adalah kucing yang dekat dengan manusia, tidak sepenuhnya independen tetapi juga tidak selalu mencari perhatian pemiliknya. Dibandingkan persia yang lebih suka tidur dipangkuan, maine coon lebih aktif dan suka berada dekat disekitar pemiliknya.

Ciri Fisik
Ciri utama fisik maine coon terdapat pada kepala, bentuk badan, tekstur bulu dan bulu disekitar leher yang menyerupai surai singa.

Badan besar, panjang hampir berbentuk segi empat, pertulangan dan perototan kuat. Kepala berukuran sedang dan lebar, dahi sedikit melengkung, tulang pipi menonjol dengan perototan yang jelas. Hidung lebar dan sedikit melengkung pada bagian ujung dengan dagu yang tajam.
Telinga besar dan lebar pada bagian bawah, sedikit membentuk lancip pada bagian ujungnya, dan didalam telinga ditumbuhi bulu yang cukup panjang. Mata lebar dan agak oval, terlihat bulat ketika terbuka lebar.

Panjang leher sedang dan kuat, serta sedikit melengkung. Kaki sedang panjangnya dengan pertulangan dan perototan yang kuat. Ekor panjang dan lebar pada bagian pangkal serta menipis ke ujung, bulu ekor cukup lebat. Bulunya tebal dan halus, pendek pada bagian kepala, bahu dan kaki, sedikit panjang di bagian punggung dan paha, sedangkan diperut dan leher lebih panjang. Undercoat lembut dan tahan terhadap air, karena bulunya sedikit berminyak.

Burmilla

Posted: Oktober 22, 2012 in Ras Kucing

Pada tahun 1981 seorang wanita bernama Miranda Bickford-Smith membeli seekor kucing Chinchilla (persia chinchilla) jantan untuk hadiah ulang tahun suaminya. Kucing tersebut diberi nama  Jemari Sanquist. Tetangga Miranda mempunyai seekor kucing betina Ras Burmese yang bernama Bambino Lilac Faberge. Pada suatu ketika Faberge memasuki masa subur (birahi, minta kawin), pemiliknya mengrung Faberge agar tidak dikawini kucing lain. Entah bagaimana caranya Faberge berhasiil keluar dan mengunjungi Sanquist.

Dari perkawinan Sanquist (Ras Persia Chinchilla) dan Faberge (Ras Burmese), lahirlah empat ekor anak kucing berbulu pendek, dengan pola warna black silver shade. Keempat kucing ini mempunyai temperamen dan  sifat yang khas. Akhirnya diputuskan untuk memulai suatu program perkembangbiakan ras yang terkontrol.

 

Kucing Ras Burmilla

Kata Burmilla sendiri merupakan gabungan dari Burmese dan Chinchilla. Baru pada  tahun 1984 standar ras Burmilla diakui. Tetapi baru pada tahun 1997 Burmilla diakui sebagai sebuah ras kucing dengan sifat-sifat genetik yang stabil. Di Inggris, Burmilla telah mendapatkan pengakuan FiFe sebagai sebuah ras dalam kontes kucing pada tahun 1990.

Penampilan Burmilla
Burmilla adalah kucing berukuran sedang, dengan sifat-sifat fisik yang mirip dengan Burmese. Mempunyai bulu pendek, padat dan lembut. Warna gelap seperti “eye liner” mengelilingi mata hijau merupakan salah satu ciri khas Burmilla.

Karena nenek moyang Burmilla adalah ras Chinchilla, kucing-kucing Burmilla mempunyai gen bulu panjang. Beberapa anak kucing Burmilla  mempunyai bulu panjang. Sepertihalnya ras-ras lain yang mempunyai versi bulu panjang dan versi bulu pendek, versi bulu panjang dari Burmilla adalah ras tersendiri yang bernama Tiffany.

Ras Burmilla mempunyai badan yang cukup berotot, muka agak membulat, dan moncong pendek. Berat dewasa ras ini berkisar antara 4 – 5 Kg.

Burmilla mempunyai warna bermacam-macam seperti black, blue, champagne, chocolate, cream, lilac, platinum dan red. Bisa juga muncul warna tortie dengan kombinasi warna black, blue, brown, chocolate dam lilac.

Temperamen
Temperamen Burmilla merupakan gabungan dari  Burmese dan Chinchilla. Mereka aktif dan suka bermain seperti Burmese umumnya. Tetapi sifatnya tidak terlalu over aktif seperti ras burmese asli karena diimbangi dengan sifat Chinchilla yang tenang dan anggun.

Tiffanie

Posted: Oktober 22, 2012 in Ras Kucing

Tiffanie (berbeda dengan Ras Tiffany) adalah versi bulu panjang (semi longhair) dari ras burmilla.  Burmilla sendiri adalah hasil persilangan ras Burmese dan Chinchilla (Persia).

Jenis semi longhair ini muncul pertama kali pada pertengahan 80-an secara tidak sengaja dari sebuah program breeding. Sejak awal terbentuk, Ras Burmilla membawa gen bulu panjang resesif yang berasal dari persia Chinchilla. Dari waktu ke waktu muncul anak kucing berbulu panjang yang membawa gen resesif ini.

Ras Kucing Tiffanie

 

Pada awalnya kucing-kucing berbulu panjang ini tidak dianggap penting oleh para breeder, karena tidak mempunyai karakteristik yang diinginkan dari ras burmilla. Tetapi, sekelompok kecil breeder berusaha mengembangkan kucing burmilla berbulu panjang tersebut. Lambat laun usaha mereka mulai berhasil, ras Tiffanie mulai populer.

Pada tahun 1991 Ras Tiffanie mendapatkan status pendahuluan dari GCCF, statusnya meningkat jadi dalam  pengawasan pada tahun 1999. Diharapkan dalam beberapa tahun ras yang masih relatif baru ini akan mendapatkan status Championship dari GCCF.
Ras Kucing Tiffanie

Karakteristik
Tiffanie adalah kucing berukuran medium dengan bulu yang halus dan lembut. Pada bagian leher  bulu-bulu tersebut lebih panjang membentuk surai seperti singa. Bulu pada bagain ekor juga panjang dan lembut. Secara umum bentuk tubuh merupakan campuran burnese dan Chinchilla. Salah satu ciri Chinchilla yang unik adalah maskara mata, yaitu daerah warna hitam/gelap di sekeliling mata.

Ras Kucing Tiffanie

Ras Kucing Tiffanie

Ragdoll

Posted: Oktober 22, 2012 in Ras Kucing

Sejarah Ragdoll dimulai di California pada tahun 1963. Ann Baker, seorang pembiak kucing persia mempunyai kebiasaan meminjam kucing jantan hitam (bernama blackie) dari tetangganya (Mrs. Pennels). Blackie mempunyai fisik seperti kucing persia hitam yang dihasilkan dari induk berwarna putih yang bernama Josephine. Josephine adalah kucing dengan fisik seperti angora yang mempunyai panjang bulu medium.

Pada suatu ketika josephine tertabrak mobil dan terbaring di jalanan selama beberapa hari. Setalah ditemukan ia di bawa ke rumah sakit hewan dari perguruan tinggi setempat untuk diobati. Josephine kembali sehat tetapi kehilangan sebelah matanya. Setelah kembali ke rumah Mrs. Pennel Josephine kembali bunting dan menghasilkan anak, tetapi sifatnya berubah, menjadi lebih tenang dan lebih tahan sakit. Hal ini membuat Ann baker semakin tertarik pada Josephine.

Josephine juga mempunyai anak jantan lain dari ayah yang berbeda yang diberi nama Daddy Warbucks. Ann Baker juga sering meminjam kucing ini. Dari perkawinan silang ketiga kucing inilah (Blackie, Josephine & Daddy Warbucks) Ann Baker memperoleh Ras Ragdoll.

 

Ann Baker kemudian mendirikan sebuah organisasi khusus penggemar kucing ragdoll pada tahun 1971 yang masih berdiri hingga saat ini. Kemudian ada suami istri membeli sepasang Ragdoll dari IRCA dan bermaksud membuat standar dan “menstabilkan” sifat-sifat genetik Ragdoll agar dapat diterima oleh semua asosiasi penggemar kucing.

Dari sebuah program breeding dengan seleksi yang ketat akhirnya dihasilkan sifat-sifat standar Ragdoll. Kemudian didirikanlah organisasi Ragdoll Fanciers Club International (RFCI) yang bertujuan menyebarluaskan ras ini dan membuat aturan dan panduan bagi para pembiak Ragdoll.

Ciri Fisik & Sifat

Ada enam macam warna yang terdapat pada Ragdoll tetapi hanya empat warna yang diakui oleh kebanyakan asoasiasi penggemar kucing yaitu : seal , blue, chocolate dan, lilac sedangkan warna red dan cream tidak diakui oleh beberapa asosiasi. Semua warna tersebut membentuk 4 pola warna yang digolongkan menjadi : bi-color, van *, mitted dan point (solid, lynx, tortie). (* oleh beberapa asosiasi tidak diakui)

 

Ragdoll
(Dari kiri ke kanan) Pola warna mitted, bicolor dan point

Badan kucing yang besar didukung oleh badan berat, dada lebar serta bagian panggul yang besar. Seperti kucing berbadan besar lainnya, ragdoll dewasa pada umur tiga tahun. Betina biasanya lebih kecil dari jantan dengan berat rata-rata 5-7,5 kg, sedangkan jantan bisa mencapai berat 6-10 Kg atau lebih.

Ragdoll termasuk kucing berbadan besar dan jinak, mempunyai bulu medium-panjang dengan tekstur seperti bulu kelinci. Ragdoll akrab dengan manusia dan mudah beradaptasi. Dibandingkan Persia, ragdoll tidak memerlukan penyisiran bulu setiap hari.

Seperti ras Himalaya & Siam, Ragdoll adalah kucing dengan gen warna “point”. Pada saat lahir anak Ragdoll lahir berwarna putih, lalu perlahan-lahan warna-warna lain mulai muncul. Semakin dewasa kucing, warnanya akan semakin pekat.

Burmese

Posted: Oktober 22, 2012 in Ras Kucing

Awal 1930-an, Dr. Joseph Thompson dari San Francisco mengimpor seekor kucing betina berwarna coklat tua dari Birma. Kucing tersebut bernama Wong Mau. Karena pada saat itu tidak ada kucing dengan ras yang sama, Wong mau dikawinkan dengan kucing siam. Sebagian anak-anak Wong mau mempunyai karakteristik kucing siam, ini menunjukkan bahwa Wong mau bukanlah kucing Burmese murni, tetapi Tonkinese. Karena jika wong mau adalah burmese, semua anak-anaknya dengan kucing siam haruslah tonkinese (pola mink). Wong mau dikenal sebagai kucing tonkinese pertama.

Setelah beberapa generasi, mulai dihasilkan anak kucing dengan tiga sifat warna berbeda dan stabil. Kucing-kucing ini didapatkan dengan mengawinkan kucing berwarna mink dengan  mink lagi.

Ras burmese  dikenal di Amerika sejak tahun 1936 dan diakui oleh CFA tahun 1947. Pada saat itu hanya warna sable yang diakui, dan awal 1960-an mulai dihasilkan warna lain. Breeder di Inggris mengimpor Burmese pertama dari US pada tahun 1947 dan mulai diakui keberadaannya disana tahun 1952.

Burmese Sable
Warna sable

Karakteristik Burmese

Bila dilihat dari depan, bentuk kepala bulat dan melengkung kearah tengkorak. Di UK ras ini dimodifikasi sehingga tidak menyerupai Siamese dengan jarak kedua telinganya yang cukup jauh. Jika diperhatikan bentuk beberapa kepala Burmese bervariasi, ukuran telinga sedang, melebar pada bagian bawah dan ujungnya lancip. Mata bulat lebar dengan garis mata bagian atas mencirikan khas oriental. Warna mata kuning keemasan dengan bayangan kuning kehijauan, warna mata emas lebih disukai.

Badan berukuran sedang tetapi berat. Garis pungung rata, dada melengkung dan memperlihatkan perototan yang cukup baik. Kaki proposional dengan ukuran badan, ekor lurus dan panjangnya sedang, bagian pangkal tidak terlalu besar.

Bulu pendek, halus dan mengkilap dengan tekstur seperti satin. Untuk kepentingan kontes, GCCF menerima semua warna bulu, sedangkan CFA hanya mengakui 4 warna yaitu : sable (brown), champagne (chocolate), blue dan platinum (lilac).

Burmese Platinum
Warna Platinum

Burmese Champagne
Warna Champagne

Toilet Training

Posted: Oktober 19, 2012 in Perawatan Kucing

Langkah-langkah latihan Pup hanya membutuhkan ketelatenan dan kesabaran tentunya.
Syaratnya:
1. Kucing sudah berumur minim 6 bulan atau sudah pandai menggunakan litter boxnya.
2. Peralatan yang dibutuhkan hanyalah beberapa litter box plastic dan double tape.

Langkah-langkah:
1. Pertama yang perlu dilakukan adalah mengenalkan kucing pada area baru selain tempat biasa kita menempatkan litter boxnya. Dengan kata lain kalau biasanya kita menempatkan litter box dipojok ruangan sekarang kita taruh litter box di dalam toilet / kamar mandi, dan biasakan agar dia tahu tempat baru tersebut.
2. Setelah dia hafal tempatnya sedikit demi sedikit naikkan posisi litter box sampai sejajar dengan ketinggian toilet. Bisa dengan menggunakan buku2 tebal, meja / kursi kecil dan sebagainya. Gunakan double tape pada bagian bawah box agar tidak jatuh.
3. Setelah langkah kedua berhasil, mulai pindahkan boxnya sekarang pada toilet (tetap menggunakan double tape).
4. Sekarang mulai lubangi dasar litter box secara bertahap dimulai dari bagian tengah dan lama2 lubang itu makin diperbesar sampai hampir sebesar pinggiran toilet sehingga akhirnya doi belajar menyeimbangkan posisinya dengan kondisi yang baru.
5. Setelah dia mahir dengan posisi barunya, maka box sudah boleh di lepas dan dia sudah bisa buang hajat di toliet sendiri.

Grooming n Bathing

Posted: Oktober 19, 2012 in Perawatan Kucing

Daily Grooming:

1. Gunakan sisir logam 2 sisi yang bergigi rapat pada satu sisi dan renggang pada sisi yang lain. Penggunaan sisir pinbrush yang kasar bisa melukai kulit dan merontokkan bulu.

2. Sisir dimulai dari dasar bulu, dengan cara mengangkat sisir perlahan-lahan. Menyisir dengan kasar dan paksa akan membuat bulu rontok, terutama pada kucing bulu panjang.

3. Pastikan tidak ada bulu yang kusut (Tangled), dan bila ada tarik perlahan-lahan atau gunting bagian yang kusut. Gunakan sisir sebagai pembatas antara bulu dan kulit supaya kulit tidak tergunting.

4. Bersihkan daerah dan mata setiap hari. Pada kucing Persia/exotic pig nose, kebersihan daerah mata harus lebih sering diperhatikan. Jangan dibiarkan berair dan berkerak yang bisa menyebabkan iritasi. Gunakan air hangat atau cairan saline solution.

5. Untuk menjaga kelembaban mata, berikan obat tetes mata yang berfungsi sebagai pelumas (jangan gunakan antibiotic pada mata yang tidak sakit!!).

Weekly Bathing:

1. Lakukan penyisiran sebelum dimandikan, pastikan tidak ada bulu yang kusut.

2. Siapkan semua peralatan (shampoo, air hangat, sikat gigi, dll) sebelum kucing memasuki arena “pemandian”.

3. Saya lebih suka memandikan kucing di box atau wastafel sehingga memungkinkan untuk merendam kucing didalam cairan shampoo.

4. Perlakukan kucing dengan lembut agar dia tenang pada saat dimandikan.

5. Pertama-tama gunakan shampoo degreaser yang fungsinya adalah menghilangkan lemak dan minyak yang menempel di bulu akibat makanan ataupun efek perubahan hormon. Biasanya bulu akan berminyak disekitar belakang telinga, area kaki belakang dan bagian ekor. Shampoo degreaser yang ada di pasaran saat ini adalah Goop atau House of Anju.

6. Biarkan shampo meresap antara 5-10 menit sambil dipijit2 supaya merata sampai ke dasar kulit, dan sedikit demi sedikit campur dengan air. Step terakhir sebelum pembilasan adalah merendam kucing dalam larutan air shampoo supaya semua bagian bulu terkena shampoo secara merata, kemudian bilas sebersih mungkin.

7. Shampoo kedua, gunakan shampoo yang tidak terlalu mahal (bisa juga shampoo bayi) pada seluruh tubuh. Fungsi shampoo kedua ini adalah untuk menghilangkan sisa2 Goop/Degreaser yang masih menempel pada bulu. Gunakan shampoo bayi pula pada area sekitar wajah dan mata karena shampoo bayi tidak membuat mata jadi pedih dan lembut di bulu. Kalau perlu gunakan sikat gigi lembut pada area sekitar wajah.

8. Shampoo ketiga adalah shampoo spesifik. Biasanya tergantung pada warna bulu kucing anda. Gunakan shampoo spesial untuk bulu putih, hitam atau merah. Shampoo mana yang cocok untuk masing2 kucing bisa berbeda2, experimen adalah jalan keluarnya. Apabila menggunakan shampoo warna biru atau ungu pada bulu putih yakinkan bahwa anda membilasnya dengan bersih, karena kalau tidak bulu kucing anda akan berubah jadi biru atau ungu!!

9. Shampoo keempat adalah shampoo conditioning yang fungsinya untuk menjaga kelembaban bulu setelah treatment di atas. Shampoo jenis ini juga banyak merknya.

10. Terakhir sebelum pembilasan, biasanya saya tambahkan lagi conditioner pantene untuk manusia. Conditioner yang untuk perawatan rambut rusak ternyata mempunyai efek bagus pada bulu.

11. Ingat, lakukan pembilasan dengan air untuk setiap tahap di atas. Dan step terakhir sekali adalah yang disebut vinegar rinse, atau pembilasan dengan mengunakan air cuka. Pilih cuka bening dari sayuran/buah2 an dan campurkan satu tutup botol dengan kira2 seperempat ember besar dan gunakan untuk membilas keseluruhan tubuh kucing. Fungsi vinegar ini adalah untuk menghilangkan residu shampoo pada bulu kucing yang bisa membawa efek panas/gatal pada kucing.

12. Keringkan dengan handuk, dan lilitkan handuk pada seluruh tubuh. Saat ini adalah saat yang tepat untuk memotong kukunya.

13. Keringkan dengan hair dryer hangat dengan arah berlawanan tumbuhnya bulu (dari belakang ke depan dan dari bawah ke atas). Pastikan bahwa seluruh bulu telah kering.

14. Sisir lagi dan pastikan tidak ada bulu yang kusit / gimbal.

15. Selesai dan pandangi hasil karya anda.. Hm.. kalau semua step dilakukan bisa memakan waktu sampai 3 jam.