Animal Welfare/Kesejahteraan Hewan

Posted: Oktober 19, 2012 in Perawatan Kucing

Sebagian besar pengunjung  blog ini tentunya memiliki kucing di rumah. Entah itu kucing ras, kucing campuran atau kucing lokal. Perlakuan pemilik kucing terhadap kucing peliharaannya pun berbeda-beda. Ada yang sangat sayang, diajak tidur bersama di tempat tidur, ada yang sepanjang hari dikandangkan atau ada juga kucing yang “setengah liar” (stray cat) yang tiap pagi sore kucing pulang ke rumah untuk makan, sisanya keluyuran. Ada banyak pemilik kucing ras dan campuran yang memelihara kucing supaya bisa dikawinkan dan kemudian anaknya di jual.

Cat welfare

Dengan berbagai macam jenis kucing, dengan berbagai cara pemeliharaan yang juga berbeda-beda, tergantung keinginan dan kesanggupan pemiliknya, muncul pertanyaan Bagaimana seharusnya cara pemeliharaan kucing yang benar ? apakah harus dipelihara di dalam rumah ? lalu bagaimana dengan yang memelihara stray cat, apa dianggap menyiksa kucing  (cat abuse) ?.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita perlu memahami konsep animal welfare/ kesejahteraan hewan.

Saat ini ada berbagai macam “aliran”  kesejahteraan hewan yang dianut, seperti : animal use, animal exploitation, animal control, animal rights, animal liberation, animal welfare, animal protectionist, dll. Mulai dari yang fanatik hingga yang lebih “santai”.

Khusus untuk Negeri terncinta ini kita bahas satu konsep dari World Society for Protection of Animals (WSPA). Konsep dari WSPA ini merupakan materi wajib dari pelatihan/diklat breeder/cattery dari beberapa klub penyayang kucing di Indonesia. Konsep ini paling cocok diterapkan di Indonesia.

Konsep animal welfare dari WSPA dikenal dengan nama Five (5) Freedom. Ketentuan ini mewajibkan semua hewan yang dipelihara  atau hidup bebas di alam memiliki hak-hak/kebebasan berikut :

  1. Freedom from hunger and thirst. Setiap hewan mempunyai hak terpenuhi makanan dan minumnya. Dua hal ini adalah salah satu kebutuhan dasar setiap mahluk hidup untuk dapat terus hidup.
  2. Freedom from discomfort. Setiap hewan, terutama yang dipelihara punya hak bebas dari rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman ini bisa  diakibatkan berbagai macam hal seperti kandang yang terlalu kecil, kotor, panas atau tidak nyaman, dsb.
  3. Freedom from pain, injury, and disease. Hewan pun punya hak bebas dari rasa sakit, penyakit dan luka. Artinya mereka berhak mendapat pengobatan atau pertolongan bila mengalami luka atau sakit. Vaksinasi adalah salah satu usaha untuk mencegah mereka terkena penyakit yang fatal. Mereka punya hak bebas dari penyakit-penyakit menular.
  4. Freedom from fear and distress. Selain ketiga hal di atas yang wajib terpenuhi, hewan juga punya hak bebas dari rasa takut dan stress. Contohnya, kucing jangan dikandangkan bersebelahan dengan anjing atau hewan lain yang dapat menyebabkan mereka stress, kecuali mereka memang nyaman/bersahabat dengan anjing/hewan lain tersebut. Beberapa pemilik kucing, terutama anak-anak kadang-kadang suka bermain dengan kucing dengan cara agak kasar. Mungkin karena mereka gemas dengan kucing yang  lucu, akibatnya kucing menjadi stress dan selalu kabur bila melihat anak-anak tersebut. Hal yang dapat menyebabkan stress seperti ini harus dihindari.
  5. Freedom to express normal behavior. Setiap hewan (manusia pun) punya sifat dan kebiasaan alamiah. Sifat dan kebiasaan ini bisa merupakan ciri dari spesies hewan tersebut  atau bersifat individual. Adalah kewajiban setiap pemilik hewan untuk mempelajari dan mencari informasi mengenai perilaku normal dari hewan peliharaannya. Bila seekor hewan biasa berendam di air, maka sediakanlah tempat berisi air agar ia bisa berendam.

Kita semua menyadari bahwa hewan diciptakan Tuhan dan dipelihara oleh manusia dengan berbagai tujuan. Tujuan utama tentunya diambil dan dimanfaatkan nilainya oleh manusia. Hewan ternak dipelihara untuk dimanfaatkan daging atau telurnya, hewan pekerja seperti kuda, kerbau, dll dipelihara untuk dimanfaatkan tenaganya. Oleh karena itu WSPA pun menjabarkan secara detil pemanfaatan hewan-hewan tersebut tergantung tujuannya masing-masing. Pemanfaat hewan harus tetap mempertimbangkan Five Freedom di atas. Berdasarkan manfaat, WSPA mempunyai kebijakan yang lebih detil mengenai :

  • Farm Animals, hewan ternak yang dikonsumsi seperti : sapi, kambing, ayam, dll
  • Working Animals, hewan yang dimanfaatkan tenaga seperti : kuda, kerbau, anjing penarik kereta salju, dll
  • Companion Animals, hewan kesayangan yang dipelihara seperti : anjing, kucing, hewan eksotik lain
  • Laboratory Animals, hewan yang dimanfaatkan untuk penelitian.
  • Genetic Manipulation and Genetic Engineering, hewan yang  telah dimanipulasi genetik
  • Wild Animals, satwa liar yang hidup bebas di alam seperti orang utan, badak, dll
  • Animals Used In Sport Or Entertainment, hewan yang digunakan untuk kepentingan olahraga dan hiburan seperti kuda/anjing balap,dll
  • Marine Animals, hewan-hewan yang hidup di laut
  • Fur and Trapping, pemanfaata bulu/kulit hewan dan penangkapan hewan
  • Conservation, hewan-hewan yang terancam punah dan dipelihara untuk pelestarian/konservasi.

Berdasarkan ilustrasi di atas tentunya sudah ada gambaran umum mengenai  pemeliharaan hewan dan hak-hak hewan tersebut.   Berikutnya akan dibahas lebih dalam dan detil seputar : Companion animals/hewan kesayangan (khususnya kucing), Etika dan kode etik penggemar kucing dari segi kepemilikan dan breeding.

Komentar
  1. dianakamanabe mengatakan:

    kucingya cakepppp……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s